Rabu, 16 Desember 2015
depnisi e-learnig
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Pengetahuan dan pembelajaran merupakan dua hal yang
tidak dapa tdipisahkan satu sama lain. Pengetahuan yang d idapat oleh seseorang takkan pernah ada bila tanpa melalui proses pembelajaran. Sedangkan hakekat daripada pembelajaran itu sendiri adalah untuk memperoleh pengetahuan. Dan untuk memperoleh hal-hal tersebut, dapat dilakukan dengan mengikuti pelatihan atau dapat juga dengan membaca buku.
Namun dapat dibayangkan bila pelatihan tersebut dapat digantikan dengan menggunakan bantuan alat seperti teknologi informasi dan komunikasi yang kini berkembang sedemikian pesatnya seiring dengan perkembangan jaman dan telah merambah keberbagai aspek kehidupan manusia. Bayangkan pula berapa waktu dan biaya yang dapat dihemat bila proses pelatihan dan pembelajaran tersebut dapat dilakukan tanpa memandang siapa pelakunya, tanpa batasan tempat dan waktu.
Dengan menggunakan bantuant eknologi informasi dan komunikasi tersebut. Adanya alat-alat itu dapat mengubah pikiran manusia, mengubah cara kerja dan cara hidupnya. Demikian juga, pendidikan tidak terlepas dari pengaruh teknologi. Kejadian ini dapat diidentifikasikan sebagai kemajuan ilmu pengetahuan teknologi, informasi dan komunikasi.[1][1]
Dari beberapa penyebab kemajuan ilmu pengetahuan teknologi,
informasi dan teknologi tersebut dapat diambil suatu pertanyaan,
“Upaya apa yang
dilakukan oleh para pakar pendidikan untuk memajukan bidang pendidikan tersebut
?”Realitas ini sangat penting untuk dibahas dalam makalah ini.
Untuk itu
pembahasan makalah ini diangkat untuk mengungkap masalah-masalah tersebut.
Berdasarkan fakta yang ada, dan karya-karya ilmiah yang telah ditulis oleh para
pakar pendidikan, telah ditemukan upaya untuk memajukan dunia pendidikan,
dengan menciptakan/memperkenalkan sistem pembelajaran yang efektif dan efisien
bagi guru dan peserta didik.yang berupa pembelajaran jarak jauh dengan
mempergunakan media elektronika yang dikenal dengan istilah E-Learning.
Selanjutnya,
berangkat dari latar belakang masalah tersebut di atas, maka penulisan makalah
ini kami beri judul“E-Learning ”.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah
yang kami angkat dalam makalah ini adalah :
A. Apa pengertian/definisi e-learning ?
B. Apa manfaat e-learning ?
C. Bagaimana sejarah dan perkembangan e-learning ?
D. Apa keuntungan menggunakan e-learning ?
E. Apa saja fitur e-learning ?
F.
Apa saja elemen e-learning ?
G. Apa saja aspek penting dalam e-learning ?
H. Apa saja arsitektur e-learning ?
I.
Mengapa terjadi pro dan kontra terhadap e-learning ?
C. Tujuan
Penulisan
Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini adalah agar kita dapat menjelaskan/mendeskripsikan:
A.
Pengertian/definisi e-learning.
B.
Manfaat e-learning.
C.
Sejarah dan perkembangan e-learning.
D.
Keuntungan menggunakan e-learning.
E.
Fitur e-learning.
F.
Elemen e-learning.
G.
Aspek penting dalam e-learning.
H.
Arsitektur e-learning.
I. Pro dan kontra terhadap e-learning.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Definisi E-Learning
Banyak pakar yang menguraikan
definisi E-Learning dari sudut pandang yang berbeda. Secara garis besar banyak
orang mengatakan E-Learning adalah sistem atau konsep pendidikan yang
memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar.
Beberapa pakar menguraikan
definisi E-Learning sebagai berikut:
Ø E-Learning merupakan
suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke
siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer
lain (Hartley, 2001).
Ø E-Learning adalah sistem
pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar
mengajar dengan media internet, jaringan komputer, maupun komputer standalone (LearnFrame.Com, 2001)
Ø E-learning adalah
semua yang mencakup pemanfaatan komputer dalam menunjang peningkatan kualitas
pembelajaran, termasuk di dalamnya penggunaan mobile technologies seperti PDA
dan MP3 players. Juga penggunaan teaching materials berbasis web dan
hypermedia, multimedia CD-ROM atau web sites, forum diskusi, perangkat lunak
kolaboratif, e-mail, blogs, wikis, computer aided assessment, animasi
pendidikan, simulasi, permainan, perangkat lunak manajemen pembelajaran,
electronic voting systems, dan lain-lain. Juga dapat berupa kombinasi dari
penggunaan media yang berbeda (Thomas
Toth, 2003; Athabasca University, Wikipedia).
Ø E-learning terdiri dari
dua bagian yaitu e- yang merupakan singkatan dari elektronika dan learning yang
berarti pembelajaran. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan
jasa bantuan perangkat elektronika, khususnya perangkat komputer. (Maryati S.Pd.,)
Ø E-Learning adalah proses
pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara
sistematis dengan mengintegrasikan semua komponen pembelajaran, termasuk
interaksi pembelajaran lintas ruang dan waktu, dengan kualitas yang terjamin.( Prof. Dr. Sulistyoweni Widanarko (BPMA).
Ø E-learning adalah sebuah
rancangan aplikasi untuk pengelolaan dan pendistribusian materi pendidikan dan
latihan melalui berbagai media elektronik, seperti Internet, LAN, WAN,
broadband, wireless, dan sebagainya. (Novira
Putri Ayuningtyas).
Ø E-learning tidak hanya
merupakan materi training yang di-online-kan tetapi meliputi proses distribusi
informasi, komunikasi, edukasi, pelatihan, dan manajemen pengetahuan.
Ø E-learning merupakan
sistem berbasis web (internet) yang memungkinkan informasi dan pengetahuan
dapat diakses oleh siapa saja yang berhak serta kapan saja dan dimana saja.
Ø E-learning memberikan
perangkat baru untuk memberikan nilai tambah pada berbagai model pendidikan
tradisional di kelas, buku pelajaran, CD-ROM, serta pelatihan berbasis komputer
lainnya.
Ø E-learning merupakan
suatu proses belajar mengajar yang memanfaatkan teknologi informasi (dalam hal
ini internet) sebagai sarana efektif dan memperluas pengetahuan sesuai dengan
perkembangan ilmu secara real-time. E-learning tidak akan menggantikan
pertemuan di kelas tetapi meningkatkan dan mengambil manfaat dari materi-materi
dan teknologi pengiriman baru untuk mendukung proses belajar mengajar. Dengan
e-learning, para siswa akan lebih diberdayakan, karena kini proses
belajar-mengajar tidak lagi berpusat pada guru tetapi beralih ke siswa. Dengan
koneksi ke internet, seorang siswa punya akses ke berbagai sumber informasi
yang tak terbatas. Selain itu, e-learning bersifat individual sehingga siswa
yang aktif dan cepat menyerap materi pelatihan akan bisa maju dengan lebih
cepat.
Ø Matthew Comercherodalam E-Learning, Concepts and Techniques ( Bloomsburg, 2006 ) mendefinisikan: E-learningadalah sarana pendidikan yang mencakup motivasi
diri sendiri, komunikasi, efisiensi, dan teknologi. Karena ada keterbatasan
dalam interaksi sosial, siswa harus menjaga diri mereka tetap termotivasi. E-learning
efisien karena mengeliminasi jarak dan arus pulang-pergi.Jarak dieliminasi
karena isi dari e-learning
didesain dengan media yang dapat diakses dariterminal komputer yang memiliki
peralatan yang sesuai dan sarana teknologi lainnya yang dapatmengakses jaringan
atau Internet. Dari definisi-definisi yang muncul dapat kita simpulkan
bahwa sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam
proses belajar mengajar dapat disebut sebagai suatu e-Learning(Wahono, 2005, p. 1).
Ø Menurut Allan J. Henderson,
E-learning adalah pembelajaran jarak jauh yang menggunakan teknologi komputer,
atau biasanya Internet (The e-learning
Question and Answer Book, 2003). Henderson menambahkan juga bahwa
e-learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat
mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran di
kelas.
Ø E-learning adalah sebuah
proses pembelajaran yang berbasis elektronik. Salah satu media yang digunakan
adalah jaringan komputer. Dengan dikembangkannya di jaringan komputer
memungkinkan untuk dikembangkan dalam bentuk berbasis web, sehingga kemudian
dikembangkan ke jaringan komputer yang lebih luas yaitu internet, inilah
makanya system e-learning dengan menggunakan internet disebut juga internet enabled
learning. Penyajian e-learning berbasis web ini bisa menjadi lebih interaktif.
Informasi-informasi perkuliahan juga bisa realtime. Begitu pula dengan
komunikasinya, meskipun tidak secara langsung tatap muka, tapi forum diskusi
perkuliahan bisa dilakukan secara online dan real time. System e-learning ini
tidak memiliki batasan akses, inilah yang memungkinkan perkuliahan bisa
dilakukan lebih banyak waktu.(Nugraha,2007).
Ø William Horton menjelaskan bahwa
e-learning merupakan pembelajaran berbasis web (yang bisa diakses dari
Internet). Terdiri dari beberapa kata kunci ; Pembelajaran jarak jauh. E-learning memungkinkan pembelajar untuk
menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas.Pembelajaran dengan menggunakan media elektronik. E-learning, seperti
juga namanya “Electronic Learning”
disampaikan dengan menggunakan media elektronik yang terhubung dengan Internet
(world wide web yang menghubungkan semua unit komputer di seluruh dunia yang
terkoneksi dengan Internet) dan Intranet (jaringan yang bisa menghubungkan
semua unit komputer dalam sebuah perusahaan).Pembelajaran formal vs. informal. E-learning dalam arti luas bisa
mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara
formal maupun informal.Pembelajaran
yang di tunjang oleh para ahli di bidang masing-masing.
Dari berbagai komentar yang
dilontarkan, ada tiga persamaan dalam hal manfaat yang bisa dinikmati dari e-learning yaitu Fleksibilitas,“Independent Learning”.
E-Learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran
secara konvensional di kelas, e-Learning ditunjang oleh para ahli di berbagai
bidang terkait. Bagaimana memanfaatkan e-learning secara optimal?
Seperti halnya pembelajaran
dengan cara lain, e-learning bisa memberikan manfaat yang optimal jika beberapa
kondisi berikut terpenuhi, diantaranya:
§ Tujuan
§ Pembelajar
§ Dukungan
§ Media lain
§ Pilih yang
perlu
Komponen E-Learning mencakup:
v Perangkat keras
v Infrastruktur/jaringan
v Perangkat lunak
v Materi/Isi
v Strategi interaksi
v Pemeran(dosen,dll)
Skenario e-Learning memungkinkan mahasiswa dapat kontak langsung dengan:
Mahasiswa lain, Dosen, Berbagai materi dan sumber belajar dalam bentuk elektronik.
Materi yang dimaksud bisa dalam bentuk bahan ajar, materi tugas, soal ujian/tes
maupun bentuk linkages.
B. Manfaat E-learning
Seperti
sebagaimana yang disebutkan di atas, e-learning telah mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis.
E-learning mempermudah interaksi antara
peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan dosen/guru/instruktur
maupun sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar
setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta
didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
Dalam
e-learning, faktor kehadiran guru atau pengajar otomatis menjadi berkurang atau
bahkan tidak ada. Hal ini disebabkan karena yang mengambil peran guru adalah
komputer dan panduan-panduan elektronik yang dirancang oleh "contents
writer", designer e-learning dan pemrogram komputer.
Dengan adanya
e-learning para guru/ dosen/ instruktur akan lebih mudah :
Ø melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung jawabnya
sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang mutakhir
Ø mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna meningkatkan wawasannya
Ø mengontrol kegiatan belajar peserta didik.
Ada beberapa manfaat
pembelajaran elektronik atau e-learning yang lain, diantaranya adalah:
Ø Pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility).
Ø Bertambahnya Interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau
instruktur.
Ø Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (global audience).
Ø Mempermudahpenyempurnaandanpenyimpananmateripembelajaran (easy updating of
content as well as archivable capabilities).
Manfaat e-learning juga dapat dilihat dari 2 sudut pandang :
a)
Manfaat bagi siswa
Dengan kegiatan e-Learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar
yang tinggi. Artinya, kita dapat
mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Selain itu
kita juga dapat berkomunikasi dengan
guru/dosen setiap saat, misalnya melalui chatting dan email. Mengingat
sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses
melalui internet, maka kita dapat
melakukan interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan dari mana saja,
juga tugas-tugas pekerjaan rumah dapat diserahkan kepada guru/dosen begitu
selesai dikerjakan.
b)
Manfaat bagi pengajar
Dengan adanya
kegiatan e-Learning manfaat yang diperoleh guru/dosen antara lain adalah bahwa guru/dosen/ instruktur akan lebih mudah melakukan
pembaruan materi maupun model pengajaran sesuai dengan tuntutan perkembangan
keilmuan yang terjadi, juga dapat dengan efisien mengontrol kegiatan belajar siswanya. Pengalaman
negara lain dan juga pengalaman distance learning di Indonesia ternyata menunjukkan
sukses yang signifikan, antara lain:
·
mampu meningkatkan pemerataan pendidikan
·
mengurangi angka putus sekolah atau putus kuliah atau putus sekolah
·
meningkatkan prestasi belajar
·
meningkatkan kehadiran siswa di kelas
·
meningkatkan rasa percaya diri
·
meningkatkan wawasan (outward looking)
·
mengatasi kekurangan tenaga pendidikan
·
meningkatkan efisiensi. (Soekartawi,
2005)
Kehadiran guru sebagai makhluk yang hidup yang
dapat berinteraksi secara langsung dengan
para murid telah menghilang dari ruang-ruang elektronik e-learning ini.
Inilah yang menjadi ciri khas dari
kekurangan e-learning yang tidak bagus. Sebagaimana asal kata dari
e-learning yang terdiri dari e (elektronik) dan learning (belajar), maka sistem
ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.
E-learning mempermudah interaksi
antara peserta didik dengan bahan/materi pelajaran. Demikian juga interaksi
antara peserta didik dengan dosen/guru/instruktur maupun antara sesama peserta
didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi atau pendapat mengenai
berbagai hal yang menyangkut pelajaran ataupun kebutuhan pengembangan diri
peserta didik. Guru atau instruktur dapat menempatkan bahan-bahan belajar dan
tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik di tempat tertentu di
dalam web untuk diakses oleh para peserta didik. Sesuai dengan kebutuhan,
guru/instruktur dapat pula memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
mengakses bahan belajar tertentu maupun soal-soal ujian yang hanya dapat
diakses oleh peserta didik sekali saja dan dalam rentangan waktu tertentu pula (Website Kudos, 2002).
Secara lebih rinci, manfaat
e-Learning dapat dilihat dari 2 sudut, yaitu dari sudut peserta didik dan guru:
1. Dari
Sudut Peserta Didik
Dengan kegiatan e-Learning
dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar yang tinggi. Artinya, peserta
didik dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang.
Peserta didik juga dapat berkomunikasi dengan instruktur setiap saat. Dengan
kondisi yang demikian ini, peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya
terhadap materi pembelajaran. Manakala fasilitas infrastruktur tidak hanya
tersedia di daerah perkotaan tetapi telah menjangkau daerah kecamatan dan
pedesaan, maka kegiatan e-Learning akan memberikan manfaat (Brown, 2000) kepada peserta didik yang ;
Ø belajar di sekolah-sekolah kecil di daerah-daerah miskin untuk mengikuti
mata pelajaran tertentu yang tidak dapat diberikan oleh sekolahnya,
Ø mengikuti program pendidikan keluarga di rumah (home schoolers) untuk
mempelajarii materi pembelajaran yang tidak dapat diajarkan oleh para
orangtuanya, seperti bahasa asing dan keterampilan di bidang komputer,
Ø merasa phobia dengan sekolah, atau peserta didik yang dirawat di rumah
sakit maupun di rumah, yang putus sekolah tetapi berminat melanjutkan
pendidikannya, yang dikeluarkan oleh sekolah, maupun peserta didik yang berada
di berbagai daerah atau bahkan yang berada di luar negeri, dan
Ø tidak tertampung di sekolah konvensional untuk mendapatkan pendidikan.
2. Dari
Sudut Instruktur (guru)
Dengan adanya kegiatan e-Learning
(Soekartawi, 2002a,b), beberapa
manfaat yang diperoleh instruktur antara lain adalah bahwa instruktur dapat:
Ø lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi
tanggung-jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi.
Ø mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna peningkatan wawasannya
karena waktu luang yang dimiliki relatif lebih banyak.
Ø mengontrol kegiatan belajar peserta didik. Bahkan instruktur juga dapat
mengetahui kapan peserta didiknya belajar, topik apa yang dipelajari, berapa
lama sesuatu topik dipelajari, serta berapa kali topik tertentu dipelajari
ulang.
Ø mengecek apakah peserta didik telah mengerjakan soal-soal latihan setelah
mempelajari topik tertentu.
Ø memeriksa jawaban peserta didik dan memberitahukan hasilnya kepada peserta
didik.
Sedangkan manfaat pembelajaran elektronik menurut
A. W. Bates (Bates, 1995) dan K. Wulf (Wulf, 1996) terdiri
atas 4 hal, yaitu:
1. Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan
guru atau instruktur (enhance interactivity). Apabila dirancang secara
cermat, pembelajaran elektronik dapat meningkatkan kadar interaksi
pembelajaran, baik antara peserta didik dengan guru/instruktur, antara sesama
peserta didik, maupun antara peserta didik dengan bahan belajar (enhance
interactivity). Berbeda halnya dengan pembelajaran yang bersifat konvensional.
Tidak semua peserta didik dalam kegiatan pembelajaran konvensional dapat,
berani atau mempunyai kesempatan untuk mengajukan pertanyaan ataupun
menyampaikan pendapatnya di dalam diskusi. Mengapa? Karena pada pembelajaran
yang bersifat konvensional, kesempatan yang ada atau yang disediakan
dosen/guru/instruktur untuk berdiskusi atau bertanya jawab sangat terbatas.
Biasanya kesempatan yang terbatas ini juga cenderung didominasi oleh beberapa
peserta didik yang cepat tanggap dan berani. Keadaan yang demikian ini tidak
akan terjadi pada pembelajaran elektronik. Peserta didik yang malu maupun yang
ragu-ragu atau kurang berani mempunyai peluang yang luas untuk mengajukan
pertanyaan maupun menyampaikan pernyataan/pendapat tanpa merasa diawasi atau
mendapat tekanan dari teman sekelas (Loftus,
2001).
2. Memungkinkan
terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place
flexibility). Mengingat sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan
tersedia untuk diakses oleh peserta didik melalui internet, maka peserta didik
dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan dari mana
saja (Dowling, 2002). Demikian juga
dengan tugas-tugas kegiatan pembelajaran, dapat diserahkan kepada instruktur
begitu selesai dikerjakan. Tidak perlu menunggu sampai ada janji untuk bertemu
dengan guru/instruktur. Peserta didik tidak terikat ketat dengan waktu dan
tempat penyelenggaraan kegiatan pembelajaran sebagaimana halnya pada pendidikan
konvensional. Dalam kaitan ini, Universitas Terbuka Inggris telah memanfaatkan
internet sebagai metode/media penyajian materi. Sedangkan di Universitas
Terbuka Indonesia (UT), penggunaan internet untuk kegiatan pembelajaran telah dikembangkan.
Pada tahap awal, penggunaan internet di UT masih terbatas untuk kegiatan
tutorial saja atau yang disebut sebagai “tutorial elektronik” (Anggoro, 2001).
3. Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (potential to reach adalah global audience). Dengan fleksibilitas waktu dan tempat, maka jumlah peserta didik yang dapat dijangkau melalui kegiatan pembelajaran elektronik semakinl ebih banyak atau meluas.Ruang dan tempat serta waktu tidak lagi menjadi hambatan.Siapasaja, di manas aja, dan kapan saja, seseorang dapat belajar. Interaksi dengan sumber belajar dilakukan melalui internet. Kesempatan belajar benar-benar terbuka lebar bagi siapa saja yang
membutuhkan.
4. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities).
Fasilitas yang tersedia dalam teknologi
internet dan berbagai perangkat lunak yang
terus berkembang turut membantu mempermudah pengembangan bahan belajar elektronik .Demikian juga dengan penyempurnaan atau pemutakhiran bahan belaja rsesuai dengan tuntutan perkembangan materi keilmuannya dapat dilakukan secara periodic dan mudah. Di samping itu,
penyempurnaan metode penyajian materi pembelajaran dapat pula
dilakukan, baik yang didasarkan atas umpan balik dari peserta didik maupun atas hasil penilaian instruktur selaku penanggung-jawab atau Pembina materi pembelajaran itu sendiri. Pengetahuan dan keterampilan untuk pengembangan bahan belajar elektronik ini perlu dikuasai terlebih dahulu oleh instruktur
yang akan mengembangkan bahan belajar elektronik. Demikian juga dengan pengelolaan kegiatan pembelajarannya sendiri. Harus ada komitmen dari instruktur
yang akan memantau perkembangan kegiatan belajarp eserta didiknya dan sekaligus secara teratur memotivasi peserta didiknya.[2][2]
C.
Keuntungan Menggunakan E-learning
Keuntungan
menggunakan e-Learning
diantaranya sebagai berikut (Wahono,2005,p.2):
a) Fleksibel
karena siswa dapat belajar kapan saja, di mana saja, dan dengan tipe pembelajaran
yang berbeda-beda.
b) Menghemat waktu proses belajar mengajar.
c) Mengurangi
biaya perjalanan.
d) Menghemat biaya
pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku).
D. FiturE-learning
E-learningmemilikifitur-fitursebagaiberikut(Clark
& Mayer, 2008, p. 10):
ü Konten yang relevan dengan tujuan belajar.
ü Menggunakan metode instruksional
seperti;contoh dan praktek untuk membantu belajar.
ü Menggunakan elemen media seperti;kalimat dan gambar untuk mendistribusikan konten dan metode belajar.
ü Pembelajaran dapat secara langsung dengan instruktur ataupun belajar secara individu
ü Membangun wawasan dan teknik baru
yang dihubungkan dengan tujuan belajar.
E. Elemen E-learning
Definisi e-learning
memiliki beberapa elemen tentang apa,
bagaimana, dan mengapadari e-learning(Clark & Mayer, 2008, p. 10):
1) Apa.E-learning memasukkan baik konten, yaitu informasi, dan metode instruksional, yang mana teknik, untuk membantu orang mempelajari
konten belajar.
2) Bagaimana.E-learning didistribusikan melalui komputer dalam bentuk kalimat dan gambar.
Pendistribusiannya dapat dalam bentuk gambaryang didesain untuk belajar secara individu dan dalam media videoyang didesain dengan bimbingan
dari instruktur secara langsung.
3) Mengapa.E-learning ditujukan untuk membantu pelajar mencapai tujuan belajarnya atau melakukan
pekerjaannya.[4][4]
F.
Aspek Penting dalam E-learning
1. E-learning menciptakan solusi belajar formal dan informal.
Salah satu kesalahan berpikir tentang e-learningadalahe-learning hanya menciptakan
sistem belajar secara formal, seperti dalam bentuk kursus. Namun faktanya adalahsaat ini 80%
pembelajaran didapat secara informal. Banyak orang saat beraktivitas
sehari-hari dan menghadapi suatu masalah membutuhkan solusi secepatnya. Dalam
hal ini, e-learning
haruslah memiliki karakteristik berikut:
· just in time –tersedia untuk pengguna ketika mereka membutuhkannya untuk menyelesaikan
tugasnya.
· on-demand– tersediasetiapsaat.
· bite-sized– tersedia dalam ukuran yang kecil agar dapat digunakan secara cepat.
2. E-learning menyediakan akses keberbagai macam sumber pembelajaran baik itu konten ataupun manusia.
Kesalahan lainnya dalam berpikir tentang e-learning bahwa e-learning hanya membuat kontens aja. Sebenarnya e-learning adalah sebuah aktivitass osial. E- learning menyediakan pengalaman belajar yang
kuat melalui komunitas online pengguna e-learning. Karena manusia adalah makhluk sosial, jadi ada banyak kesempatan untuk berkomunikasi,
berkolaborasi, dan berbagi ilmuan antara sesame pengguna e-learning.
3.
E-learning mendukung
sekelompok orang atau grup untuk belajar bersama.
E-learningbukan aktivitas individu saja, tetapi juga mendukung sekelompok orang
atau grup untuk belajar bersama, baik untuk berkomunikasi, berkolaborasi,
berbagi ilmu, dan membentuk sebuah komunitas online yang dapat dilakukan secara langsung (synchronous) atau tidak langsung (asynchronous).
4.
E-learning membawa pembelajaran kepada pelajar bukan pelajar ke pembelajaran.
Bentuk pembelajaran tradisional bahwa pelajar harus pergi keluar untuk mencari pembelajaran mereka sendiri. Sedangkan Model e-learning disebut juga Pull Model of Learning.
Bentuk pembelajaran tradisional bahwa pelajar harus pergi keluar untuk mencari pembelajaran mereka sendiri. Sedangkan Model e-learning disebut juga Pull Model of Learning.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari pembahasan
E-Learning dapat saya simpulkan
sebagai berikut :
1)
Definisi E-Learning adalah suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan
ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan
komputer lain, atau proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi
dan komunikasi (TIK) secara sistematis dengan mengintegrasikan semua komponen
pembelajaran, termasuk interaksi pembelajaran lintas ruang dan waktu, dengan
kualitas yang terjamin.
2)
Manfaat E-learning adalah mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis.
E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi,
peserta didik dengan dosen/guru/instruktur maupun sesama peserta didik. Peserta
didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar
setiap saat dan berulang-ulang, lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi
pembelajaran. Dengan adanya e-learning para guru/dosen/instruktur akan lebih
mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung
jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang mutakhir,
mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna meningkatkan wawasannya,
mengontrol kegiatan belajar peserta didik, Pembelajaran dari mana dan kapan
saja (time and place flexibility).
3)
Keuntungan Menggunakan E-learning
diantaranya Fleksibel, Menghemat waktu proses belajar mengajar,
Mengurangi biaya perjalanan, biaya pendidikan secara keseluruhan
(infrastruktur, peralatan, buku-buku), Menjangkau wilayah geografis yang lebih
luas.
4)
Fitur E-learning yaitu Konten yang
relevan dengan tujuan belajar, Menggunakan metode instruksional seperti contoh
dan praktek untuk membantu belajar, Menggunakan elemen media seperti kalimat
dan gambar untuk mendistribusikan konten dan metode belajar, Pembelajaran dapat
secara langsung dengan instruktur (synchronous)
ataupun belajar secara individu (asynchronous),
Membangun wawasan dan teknik baru yang dihubungkan dengan tujuan belajar.
5)
Elemen E-learning yaitu apa, bagaimana dan mengapa dari e-learningApa : memasukkan baik konten, yaitu informasi, dan metode
instruksional, yaitu teknik, yang membantu orang mempelajari konten belajar, Bagaimana, didistribusikan melalui
komputer dalam bentuk kalimat dan gambar, Mengapa, ditujukan untuk membantu pelajar mencapai tujuan
belajarnya atau melakukan pekerjaannya.
6)
Aspek Penting dalam E-learning yaitu menciptakan solusi
belajar formal dan informal, menyediakan akses ke berbagai macam sumber
pembelajaran baik itu konten ataupun manusia, mendukung sekelompok orang atau
grup untuk belajar bersama, membawa pembelajaran kepada pelajar bukan pelajar
ke pembelajaran.
B.
Saran
Hendaknya bagi pengelola dan orang-orang yang terjun dalam dunia pendidikan menggunakan pemanfaatan teknologi informasi, komunikasi dalam bentuk pembelajaran elektronik(E-Learning) sebagai salah satu cara yang efektif dalam menanggulangi kelemahan persoalan pembelajaran yang masih bersifat konvensional.
Sehingga diharapkan ada peningkatan mutu, ketrampilan berpikir, berinteraksi serta ketrampilan-ketrampilan
ideal lainnya dari para peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA
http://elearning.unpad.ac.id Powered by Joomla!
Generated: 4 May, 2009, 01:15
http://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran_elektronik
Nasution, Teknologi Pendidikan (Jakarta: PT. BumiAksara, 2008), 99
Saefudin Sa’ud, Udin, Inovasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2008.
Sinar harapan.ekonomi/mandiri (2004/02,17 ), man01.html
Langganan:
Komentar (Atom)